Thursday, May 17, 2018

Bloger: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Sebenarnya

Ilustrasi Bloger

Adhyra Irianto*


Di tengah teriakan anak-anak yang ribut sambil perang daring di sebuah warnet, seorang mahasiswi berjilbab lebar sedari tadi masih fokus di depan monitornya. Ruang warnet tersekat-sekat, dan malangnya si mahasiswi terjebak di antara dua anak yang bertempur di dunia maya. Sesekali, mahasiswi malang itu terlihat menutup telinga, karena tak tahan perang mulut antar dua anak yang masih berbaju sekolah itu.

Hanin, nama mahasiswi itu. Jurusan Tarbiyah, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiah (PGMI) di IAIN Curup. Dari tadi menahan pusing, karena dapat tugas buat makalah yang bukan salah satu dari kemampuannya; teater untuk anak SD/MI. Dosennya galak, tak segan memberi nilai D, bila mahasiswanya terlambat mengumpulkan tugas. Lewat Google, ia terus mencari bahan untuk makalahnya. Bahkan, ia juga mendapat beberapa contoh makalah dengan tema serupa.

Hampir 8 tab baru yang dibuka, semuanya berasal dari blog, hanya satu wikipedia. Sementara 5 blog di antaranya mengulas dramaturgi secara komprehensif, satu blog yang membagikan buku seni drama untuk anak SD berbentuk PDF, dan satu lagi memberikan contoh makalah. Tanpa pikir panjang, tedeng aling-aling, mahasiswi mengunduh contoh makalah, buku seni PDF dan menyalin-tempel alias copy-paste tulisan di 5 blog yang ditemukannya.

Senyumnya melebar, seperti layar yang terkembang di kapal yang hendak melaut. Hatinya tenang, karena tugas makalah yang musti dikumpulkan besok pagi sudah lengkap datanya. Entah ia akan buat sendiri, atau akhirnya salin-tempel tulisan yang ditemukannya di dunia maya, lalu dicetak saja di makalahnya. Toh, tidak ada yang mau tahu, kan?

Ia berdiri, setelah mematikan komputernya. Kemudian, berjalan menuju penjaga warnet, hendak membayar. Di tengah perjalanan, ia berpapasan dengan Satria, yang juga akan membayar sewa warnet. Satria tersenyum, sedangkan mahasiswi manis berhijab ini risih dengan senyumannya.

"Mbak, flashdisc-nya masih kecolok di komputer tuh, apa mau dihibahkan pada saya," kata Satria, bercanda.

Mahasiswi itu tersadar. Percuma saja dua jam ia duduk di depan monitor, bila semua bahan yang susah payah ia temukan dan disimpan rapi di dalam flashdisc harus tertinggal. Apalagi, flashdisc itu storage-nya cukup luas, 32 Gigabyte!

"Oh, terima kasih." Mahasiswi itu buru-buru kembali dan mengambil flashdisc yang tertinggal di komputer.

Satria sudah membayar sewa warnetnya. Hanya kena Rp 7500, padahal lebih dua jam ia duduk di warnet itu. Ia masih menunggu si mahasiswi kembali. Saat mahasiswi itu kembali setelah mengambil flashdisc-nya, Satria kembali tersenyum padanya. Mahasiswi itu kembali risih.

"Nama mbak, Hanin kan?"
"Dari mana mas tahu?"
"Soalnya tadi mbak komentar di blog aku, foto profilnya sama,"
"Oh, itu blognya mas, yah? Terima kasih, karena tulisan mas tentang dramaturgi di blog itu, aku terbantu untuk membuat tugas makalahku," kata si mahasiswi. Wajahnya tak lagi risih.

Setelah itu, mahasiswi itu berlalu. Satria memandanginya dari kejauhan. Untuk pertama kalinya ia mendapatkan ucapan terima kasih karena tulisannya di blog bisa membantu orang lain. Selama ini, ia pernah mendapat ucapan terima kasih, hanya lewat kolom komentar.

"Ah, guru itu pahlawan tanpa tanda jasa, tapi masih dapat gaji dan sertifikasi. Nah, bloger macam aku ini, untung-untung dapat terima kasih," katanya dalam hati.

Tapi, entah kenapa Satria masih terus nge-blog, meski sudah 2 tahun belum dapat hasil apa-apa. Pernah dapat kunjungan sampai 1000 orang perhari, tapi tak ada yang klik iklan di blognya. Pernah ia melihat rekening paypal-nya juga penghasilan lewat google ads-nya, lalu tersenyum sendiri melihat masih 0 rupiah. Hanya satu alasan kenapa dia tetap nge-blog:

"Kalau tak ada bloger, searching di Google cuma dapat berita sama wikipedia, sebenarnya bloger itu pahlawan tanpa tanda jasa yang sebenarnya," gumam dia di suatu sore. Sambil menikmati kopi, di depan layar laptopnya yang masih kosong belum tahu mau ditulis apa.


*Adhyra Irianto, adalah seorang pegiat seni teater, penulis, novelis, jurnalis dan bloger asal Curup, Bengkulu. Kunjungi blognya, PojokSeni.com.
 

Post a Comment

favourite category

...
test section describtion

Whatsapp Button works on Mobile Device only